7 Komponen Yang Harus Ada Dalam Rencana Bisnis

  • April 19, 2020

Disaat investor, pemberi pinjaman ingin melihat rencana dan akan berharap rencana untuk menutupi poin utama. Jika semua perencanaan sudah tersusun dengan rapi dan terkonsep, yang harus dilakukan adalah melakukan riset kecil terhadap bisnis Anda. Jangan sampai melewatkan hal ini, sebab hal kecil juga dapat merubah sebuah bisnis menjadi besar. Suatu bisnis tertentu membutuhkan stimulus untuk membantunya berkembang, terlebih bagi bisnis yang belum memiliki daya saing tinggi.

Pada tahap awal dari suatu proses produksi maka akan dibuat suatu perencanaan produksi. Perencanaan produksi tersebut merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk menentapkan produk yang diproduksi dalam jumlah yang dibutuhkan, kapan harus berproduksi maupun kapan produk harus selesai diproduksi. Perusahaan selalu menginginkan laba yang didapatkan lebih dari yang mereka harapkan. Semakin banyak laba yang didapatkan maka semakin mudah bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Membuat suatu rencana bisnis

Umumnya perusahaan akan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk melakukan riset ini. Unsur-unsur di atas memang perlu diperhatikan saat menyusun perencanaan bisnis yang ingin Anda bangun. Dalam menuliskan unsur-unsur yang ada, Anda juga perlu melakukan riset, menentukan tujuan, hingga pembukuan. Langkah selanjutnya dalam perencanaan usaha adalah mengatur manajemen operasional. Manajemen operasional yang dimaksud adalah terkait pengaturan alat untuk produksi dan bahan baku yang digunakan.

Di dalam what if plan pula ditulis bermacam skenario masa depan bisnis tersebut. Seluruh wajib dituliskan supaya para investor tidak ragu dalam menggelontorkan dana untuk kemajuan bisnis yang lagi dibentuk. Working plan ini sifatnya individu sehingga tidak butuh memuat hal – hal semacam modal usaha serta pula keuntungan – keuntungan dari bisnis. Working plan lebih berfokus pada gimana suatu industri akan berjalan. Selain kedua hal di atas bisnis plan juga dapat dimanfaatkan sebagai analisis usaha guna mengetahui prospek perkembagan usaha tersebut di masa yang akan datang. Dan yang paling terakhir adalah adanya peluang untuk menaikkan level bisnis Anda setingkat lebih atas.

Ada dua hal yang bisa diangkat untuk menjelaskan alasan mendirikan bisnis yaitu Kelemahan di pasar, dan Keunggulan Produk yang ditawarkan. Ambillah suatu isu yang sekarang ada di market dan pelajari lebih dalam, hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peluang apa yang bisa dimanfaatkan dari pasar yang ada sekarang. Executive summary merefleksikan keseluruhan bisnis proposal yang telah anda kerjakan. Walaupun bagian ini merupakan hal yang terakhir dikerjakan, namun executive summary selalu menjadi bagian pertama yang dibaca oleh pihak yang melihat bisnis proposal anda.

Rencana yang dibuat dengan matang akan memperlihatkan bisnis yang Sahabat kembangkan cukup profesional. Bahkan, dokumen tersebut bisa menjadi gerbang awal untuk menarik perhatian pelaku bisnis lain demi menjalankan roda bisnis hingga jangka panjang. Pertanyaan-pertanyaan sederhana berbasis 5W+1H ini akan sangat membantu Anda menjalankan usaha di kemudian hari. Di dalam Start-Up Business Plan ini terdapat proyeksi-proyeksi tentang pemasukan, keuntungan, pengeluaran, dan juga arus kas begitu perusahaan berjalan.